
Gunungkidul 23,04 — Geopark Gunung Sewu terus memantapkan langkah menuju revalidasi UNESCO Global Geopark melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor dan wilayah.
Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi strategis dalam menyelaraskan program, mengevaluasi capaian, serta merumuskan tindak lanjut atas rekomendasi hasil revalidasi sebelumnya. Peserta yang hadir berasal dari tiga wilayah utama Geopark Gunung Sewu, yaitu Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan, dengan melibatkan perangkat daerah, pengelola geosite, akademisi, serta mitra terkait lainnya.
Fokus Pembahasan
Dalam forum ini, beberapa isu utama yang dibahas meliputi:
- Persiapan rute pra-revalidasi yang mencakup sejumlah geosite unggulan di tiga wilayah
- Tindak lanjut rekomendasi revalidasi ke-2 UNESCO Global Geopark
- Penguatan fasilitas geosite, termasuk rencana revitalisasi pusat informasi
- Pengembangan program edukasi melalui school network dan integrasi dalam kurikulum
- Peningkatan kapasitas mitigasi bencana dan perubahan iklim
- Penguatan kelembagaan dan koordinasi lintas wilayah
Selain itu, forum juga membahas peluang pembiayaan melalui skema Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN). Dalam mekanisme ini, pendanaan dapat difasilitasi melalui APBN oleh Kementerian Keuangan apabila usulan disetujui, dengan tetap mensyaratkan kontribusi pemerintah daerah melalui APBD, khususnya dalam penyusunan dokumen perencanaan dan pemeliharaan kegiatan.
Beberapa lokasi yang diusulkan dalam skema PHLN antara lain Geosite Pantai Krakal (Gunungkidul), Museum Karst Indonesia (Wonogiri), dan Geosite Pantai Klayar (Pacitan). Kesiapan dokumen perencanaan seperti masterplan dan Detail Engineering Design (DED), serta status lahan yang clean and clear menjadi faktor utama dalam pengajuan.
Penguatan Kolaborasi
Melalui diskusi kelompok (Kelompok A, B, dan C), teridentifikasi bahwa sebagian besar program telah berjalan, namun masih memerlukan penguatan, khususnya dalam aspek formalitas kerja sama (MoU), integrasi program lintas sektor, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
Geopark Gunung Sewu yang mencakup tiga kabupaten dan tiga provinsi membutuhkan koordinasi yang kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran pemerintah pusat, khususnya dalam dukungan kebijakan dan pendampingan, menjadi sangat penting dalam mendukung keberhasilan revalidasi.
Komitmen Menuju Revalidasi
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan Geopark Gunung Sewu sebagai kawasan yang mengintegrasikan aspek geologi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Hasil dari Rapat Koordinasi dan FGD ini akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah strategis ke depan, sekaligus memperkuat posisi Geopark Gunung Sewu dalam proses revalidasi UNESCO Global Geopark.
Kegiatan ini didukung oleh Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui kolaborasi berbagai pihak dalam penguatan pengelolaan Geopark Gunung Sewu.